Tagged: nyamuk chikungunya

Waspada Nyamuk Chikungunya, Bikin Demam Hingga Nyeri Sendi!

Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus melalui perantara nyamuk chikungunya yang terinfeksi. Nyamuk chikungunya sendiri ada dua jenis, yaitu Aedes Aegypti dan Aedes Alboticus.  Jika nyamuk ini menggigit manusia, maka akan muncul beberapa gejala. Sepintas, gejala chikungunya mirip dengan demam berdarah. Bedanya, penyakit chikungunya juga dapat menyebabkan seseorang mengalami nyeri sendi parah hingga tidak bisa bergerak.

Sejarah penyakit chikungunya.

Wabah penyakit chikungunya pertama kali ditemukan di Tanzania Selatan pada tahun 1952. Penyakit ini sebagian besar terjadi di Afrika, Asia, dan anak benua India. Sekitar tahun 2015, wabah ini mulai masuk ke wilayah Amerika. Dikutip dari WHO, nama “chikungunya” berasal dari bahasa Kimakonde, yang artinya “menjadi berkerut”. Istilah ini menggambarkan penampilan bungkuk yang dialami penderita karena nyeri sendi (arthralgia).

Apa yang terjadi pada saya jika digigit oleh nyamuk chikungunya?

Umumnya, Anda akan mengalami demam dan nyeri sendi dalam waktu 3 sampai 7 hari setelah digigit nyamuk chikungunya. Gejala lain yang dapat muncul adalah sakit kepala, mual, ruam di kulit, nyeri otot, bengkak di sekitar sendi, dan tubuh sangat lelah. Kebanyakan orang memang sulit membedakan gejala chikungunya, karena hampir mirip dengan penyakit lain yang ditularkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah atau virus Zika.

Dalam banyak kasus, nyeri sendi akibat gigitan nyamuk chikungunya dapat melemahkan penderitanya dengan durasi waktu yang bervariasi. Anda perlu waspada, terutama jika sedang berada di suatu tempat yang baru saja terserang wabah penyakit chikungunya. Faktanya, kedekatan lokasi perkembangbiakan nyamuk dengan tempat tinggal adalah faktor risiko yang siginifikan pada penyakit chikungunya. Oleh sebab itu, segera temui dokter jika Anda merasakan gejala-gejala seperti di atas. 

Bagaimana pengobatan penyakit chikungunya dilakukan?

Seringnya, nyeri sendi akibat gigitan nyamuk chikungunya ini mirip dengan artritis reumatoid, sehingga cukup membuat tim medis kebingungan dalam menentukan diagnosa penyakit. Artritis reumatid merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan radang sendi dalam jangka waktu yang lama. Menurut Dr. Adam Dore, seorang rheumatologist di Pittsburgh, gejala chikungunya bisa berkembang dengan cepat, sedangkan artritis reumatid berkembang secara diam-diam. Biasanya, butuh berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan tes darah untuk membuat diagnosis yang tepat. Selain tes darah, beberapa pemeriksaan lainnya juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi seseorang mengalami artritis reumatoid atau penyakit chikungunya.

  • Pemeriksaan fisik.
  • Riwayat kesehatan atau penyakit.
  • Riwayat perjalanan baru-baru ini.
  • Durasi gejala penyakit muncul.

Menurut para ahli kesehatan, belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Perawatan untuk orang-orang yang terinfeksi bertujuan meringankan gejala-gejala yang dialami.

Waspada gigitan nyamuk chikungunya yang dapat melemahkan sendi.

Biasanya, infeksi virus melalui gigitan nyamuk chikungunya akan menyerang persendian yang lebih besar, seperti lutut. Sebaliknya, artritis reumatid lebih sering menyerang persendian tangan dan kaki. Para ahli juga menyatakan bahwa chikungunya jarang berakibat fatal, namun gejalanya dapat semakin parah dan melumpuhkan.

Umumnya, pasien yang mendapat perawatan dapat pulih dari demam dalam waktu seminggu, tetapi nyeri sendi butuh waktu berbulan-bulan untuk sembuh. Dikutip dari Medical News Today, sebanyak dua puluh persen pasien melaporkan nyeri sendi akibat gigitan nyamuk chikungunya ini dapat terjadi berulang.

Catatan

Mengingat tidak adanya vaksin untuk penyakit infeksi ini, yang dapat Anda lakukan adalah tindakan pencegahan dari gigitan nyamuk chikungunya. Jika Anda bepergian ke wilayah yang memiliki wabah ini, maka kenakan celana dan pakaian lengan panjang. Selain itu, pastikan Anda berada di ruangan yang terdapat AC dan gunakan lotion anti nyamuk saat bepergian ke luar ruangan.