Tagged: penyakit leukemia

Leukemia Limfositik Kronis, Penyakit Yang Menyerang Lansia

Leukemia limfositik kronis adalah jenis leukemia kronis yang paling sering terjadi pada orang dewasa, terutama pada usia di atas 65 tahun. Penyakit ini dimulai di sumsum tulang serta mempengaruhi sel limfosit B, dan umumnya mempengaruhi sel yang sudah matang. Tidak seperti leukemia akut, tipe leukemia kronis ini berkembang dengan lambat. Bahkan, gejala leukemia bisa tidak muncul dalam beberapa tahun. Namun seiring waktu, sel abnormal ini dapat berkembang dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti kelenjar getah bening, hati, dan limpa.

image Leukemia Limfositik Kronis

Gejala umum leukemia limfositik kronis adalah badan terasa sakit nyeri dan sangat lelah. Kelenjar getah bening yang membengkak atau infeksi yang muncul kembali karena sistem imun yang melemah dapat menjadi gejala pertama. Pada umumnya Anda mungkin akan mengalami mimisan, mudah lebam, atau masalah pendarahan yang lain, dan lemas karena anemia (kurangnya sel darah merah atau eritrosit) atau thrombocytopenia (kurangnya platelet atau trombosit). Gejala lain pada tingkat lanjut adalah kesulitan bernapas, berat badan turun, perasaan tidak nyaman pada perut, nyeri sendi dan pembengkakan, serta demam.

Leukemia limfositik kronis adalah kondisi yang penyebabnya masih belum diketahui. Tidak dapat ditularkan tapi bisa diwariskan oleh keluarga. Sekitar sepertiga dari pasien CLL memiliki ekstra kromosom 13 (yang memproduksi trisomy 13). Ada beberapa faktor risiko dari leukemia limfositik kronis, yaitu sebagai berikut.

  • Orang-orang yang terpapar dengan pestisida tertentu
  • Orang-orang yang bekerja dengan karet atau asbestos
  • Adanya riwayat leukemia limfositik kronis di dalam keluarga

Leukemia limfositik Kronis ini sama seperti jenis kanker lainnya yang memiliki tingkatan stadium. Penetapan stadium ini adalah sebuah proses yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kanker telah menyebar. Sangat penting untuk mengetahui tingkat stadium suatu penyakit. Hal ini sangat berguna untuk merencanakan proses pengobatan yang tepat. Ada beberapa tes yang dapat dilakukan dalam proses penetapan stadium pada Leukemia limfositik kronis ini.

  1. Sinar-x dada

Sinar-x organ dan tulang di dalam dada. Sinar-x adalah jenis sinar energi yang dapat menembus tubuh dan ke atas film, membuat gambar area di dalam tubuh, seperti kelenjar getah bening.

  1. MRI (magnetic resonance imaging)

Prosedur yang menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk membuat serangkaian gambar rinci dari area di dalam tubuh, seperti otak dan sumsum tulang belakang. Prosedur ini juga disebut nuclear magnetic resonance imaging (NMRI).

  1. CT scan (CAT scan)

Prosedur yang membuat serangkaian gambar rinci dari area di dalam tubuh, yang diambil dari berbagai sudut pandang. Gambar-gambar dibuat oleh komputer yang terhubung ke mesin sinar-x. Pewarna dapat disuntikkan ke pembuluh darah atau ditelan untuk membantu organ atau jaringan tampak lebih jelas. Prosedur ini juga disebut computed tomography, computerized tomography, atau computerized axial tomography.

  1. PET-CT scan

Prosedur yang menggabungkan gambar-gambar dari pemindaian positron emission tomography (PET) dan computed tomography (CT) scan. PET dan CT scan dilakukan pada waktu yang sama dengan mesin yang sama. Pemindaian gabungan memberikan gambaran lebih rinci tentang area di dalam tubuh daripada yang diberikan oleh pemindaian masing – masing. Pemindaian PET adalah prosedur untuk menemukan sel tumor ganas di dalam tubuh. Sejumlah kecil glukosa radioaktif (gula) disuntikkan ke pembuluh darah. Pemindai PET berputar di sekitar tubuh dan membuat gambar di mana glukosa sedang digunakan di dalam tubuh. Sel tumor ganas tampak lebih terang di gambar karena lebih aktif dan mengambil lebih banyak glukosa daripada sel normal.

Leukemia limfositik kronis merupakan salah satu jenis kanker darah yang menyerang lansia. Jika Anda atau orang terdekat yang memiliki gejala dari penyakit ini segeralah untuk periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pemeriksaan dini terhadap leukemia limfositik kronis ini bisa memperbesar kemungkinan untuk sembuh.