Tagged: Rumah sakit

Sejarah dan Harga Kamar Rumah Sakit Karya Husada

Apakah anda akhir-akhir ini sedang mencari rumah sakit dengan fasilitas lengkap serta pelayanan yang ramah? Tentu saja, tidak semua rumah sakit punya fasilitas dan sarana poli yang lumayan lengkap. Maka dari itu, merupakan suatu keunggulan bagi rumah sakit bila mampu menyediakan berbagai macam poli dengan pelayanan yang cepat seperti RS Karya Husada.

RS Karya Husada, atau yang lebih dikenal sebagai Rumah Sakit Cikampek merupakan salah satu rumah sakit swasta yang terletak di Jalan Jend. Ahmad Yani No 98, Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Rumah Sakit Karya Husada sendiri menerima klaim BPJS bagi anda pemilik BPJS. Tak hanya itu, RS Karya Husada juga memiliki IGD 24 jam untuk melayani pasien dengan keluhan berat. 

Sejarah dan Fasilitas RS Karya Husada

Sebelum anda mengetahui harga kamar di RS Karya Husada, alangkah lebih baik untuk mengetahui sekilas sejarah Rumah Sakit ini. Berdiri di tahun 1990, RS Karya Husada didirikan oleh Bapak Karya di bawah payung yayasan Karya Husada. Sejak dulu RS ini berada di Jalan Jendral Ahmad Yani No 98. Dulunya, rumah sakit ini hanya memiliki 11 tempat tidur. 

Seiring berjalannya waktu, dengan menerapkan pelayanan yang ramah dan cepat, rumah sakit ini semakin kebanjiran pasien. Akhirnya, RS Karya husada terus memperbarui fasilitas dan menambah tempat tidur hingga sekitar 150 lebih, serta terus membuka pendaftaran dokter baru yang ingin mengabdi di rumah sakit ini. 

Tak hanya kamar tidur yang bertambah, namun pihak rumah sakit juga menyediakan ICU, Ruang Radiologi, Ruang Bersalin, Medical Checkup serta ambulans untuk mendukung kecepatan pelayanan rumah sakit. Nah, seiring berjalanya waktu, Poliklinik pun dibuka dengan menempatkan dokter-dokter spesialis. Beberapa poli yang ada di RS Karya husada sendiri adalah:

1. Penyakit kulit dan kelamin

2. Gigi

3. Patologi Anatomi

4. Patologi Klinik

5. Radiologi

6. Kandungan dan Kebidanan

7. Terapi Intensif

8. Telinga Hidung dan Tenggorokan

9. Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi 

10. Psikiatri

11. Penyakit Dalam

12. Poli Mata

13. Poli Anak

Nah, beberapa poli ini bisa anda kunjungi dengan menyesuaikan jenis penyakit yang anda derita. 

Berapa Tarif Kamar di RS Karya Husada? 

Sebelum berkunjung ke rumah sakit, tak ada salahnya bagi anda untuk mengetahui tarif kamar yang dipatok. Anda bisa menanyakannya ke saudara yang pernah berkunjung ke rumah sakit terkait untuk mengetahui besaran biayanya. Nah, khusus RS Karya Husada, berikut ini adalah daftar tarif kamar yang harus anda ketahui. 

1. Kamar VIP (Rp 812.500 per hari)

Kamar VIP memiliki fasilitas dengan kualitas terbaik diantara kamar yang ada. Beberapa fasilitas yang ada di kamar VIP sendiri adalah: Tempat tidur yang nyaman, Sofa untuk pengunjung pasien, AC TV dan lemari Es. 

2. Kelas I (Rp 431.000 per hari)

Kamar kelas I ini muat untuk dua pasien. Fasilitas yang ada adalah tempat tidur, kursi, AC, TV, Kulkas serta lemari kecil untuk menaruh barang-barang pasien. 

3. Kelas II (Rp. 262.000 per hari)

Kamar kelas II kurang lebih memiliki luas ruangan sama dengan kelas I. Hanya saja, fasilitas yang didapatkan tidak termasuk kulkas. 

4. Kelas III (Rp. 143.000 per hari)

Kamar kelas III adalah kamar paling ekonomis dari yang pernah ada. Fasilitas yang didapatkan adalah tempat tidur, kursi untuk pengunjung, serta lemari untuk menaruh pakaian dan perlengkapan pasien. 

Bagi anda yang ingin merawat saudara atau teman di RS Karya Husada, bisa jadikan daftar harga kamar di atas sebagai pertimbangkan. Semua tipe kamar di RS Karya Husada mendapatkan perlakuan yang sama dari dokter tanpa membeda-bedakan kelas ekonomi pasien. 

Layanan Jantung dan pembuluh Darah di Eka Hospital Pekanbaru

Eka Hospital Pekanbaru memiliki salah satu layanan untuk jantung dan pembuluh darah. Keduanya merupakan penyakit kardiovaskular yang mempengaruhi jantung atau pembuluh darah. Kondisi ini biasanya terkait dengan penumpukan timbunan lemak di dalam arteri (aterosklerosis) dan peningkatan risiko pembekuan darah.

Penyakit ini juga dapat dikaitkan dengan kerusakan arteri di organ seperti otak, jantung, ginjal, dan mata. Penyakit jantung atau pembuluh darah adalah salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan, tetapi dapat dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat.

Jenis jantung atau pembuluh darah

Ada banyak jenis jantung atau pembuluh darah. Empat dari jenis utamanya seperti di bawah ini.

Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner terjadi ketika aliran darah yang kaya oksigen ke otot jantung tersumbat atau berkurang. Hal ini menempatkan peningkatan ketegangan pada jantung, dan dapat menyebabkan:

– Angina – nyeri dada yang disebabkan oleh terbatasnya aliran darah ke otot jantung

– Serangan jantung – di mana aliran darah ke otot jantung tiba-tiba tersumbat

– Gagal jantung – di mana jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan benar

Stroke dan TIA

Stroke adalah di mana suplai darah ke bagian otak terputus, yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan mungkin kematian. Serangan iskemik transien (juga disebut TIA atau “stroke mini”) serupa, tetapi aliran darah ke otak hanya terganggu sementara.

Gejala utama stroke:

– Wajah – wajah mungkin terkulai di satu sisi, orang tersebut mungkin tidak dapat tersenyum, atau mulut atau matanya mungkin jatuh.

– Lengan – orang tersebut mungkin tidak dapat mengangkat kedua lengan dan menahannya di sana karena kelemahan lengan atau mati rasa pada satu lengan.

– Cara bicara – ucapan mereka mungkin tidak jelas atau kacau, atau mereka mungkin tidak dapat berbicara sama sekali.

– Waktu – saatnya untuk segera menghubungi 999 jika Anda melihat salah satu dari tanda atau gejala ini.

Penyakit arteri perifer

Penyakit arteri perifer terjadi ketika ada penyumbatan di arteri ke tungkai, biasanya kaki.

Hal ini dapat menyebabkan:

– Nyeri kaki tumpul atau kram, yang memburuk saat berjalan dan membaik dengan istirahat

– Rambut rontok di kaki dan kaki

– Mati rasa atau kelemahan pada kaki

– Borok persisten (luka terbuka) pada kaki dan tungkai

Penyakit aorta

Penyakit aorta adalah sekelompok kondisi yang mempengaruhi aorta. Ini adalah pembuluh darah terbesar di tubuh, yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Salah satu penyakit aorta yang paling umum adalah aneurisma aorta, di mana aorta menjadi lemah dan menonjol keluar. Kondisi ini biasanya tidak memiliki gejala apa pun, tetapi ada kemungkinan itu bisa pecah dan menyebabkan pendarahan yang mengancam jiwa.

Paket Screening Jantung di Eka Hospital Pekanbaru

Salah satu pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah melalui paket screening jantung Eka Hospital yang sedang ada harga khusus hingga akhir tahun ini dan berlaku di semua rumah sakit Eka Hospital. Paket pemeriksaan ini sudah mencakup:

– Konsultasi dokter spesialis jantung

– Pemeriksaan lab darah

– EKG

– Treadmill

– Administrasi rawat jalan

– Daftarkan diri Anda melalui layanan WhatsApp kami di nomor 0-8888-90-5555.

– Paket berlaku hingga 31 Desember 2020. 

Prosedur Endoskopi RS St. Carolus

Endoskopi RS St. Carolus adalah sebuah prosedur non-bedah yang digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan seseorang. Menggunakan sebuah alat yang disebut endoscope, yang mana berupa tabung lentur dan tipis dengan kamera dan lampu tertempel, dokter dapat melihat gambar dari saluran pencernaan Anda lewat monitor TV berwarna. Pada saat proses endoskopi atas, endoscope akan dimasukkan lewat mulut dan tenggorokan ke kerongkongan, membuat dokter dapat melihat kerongkongan, lambung, dan usus kecil bagian atas. 

Endoskopi RS St. Carolus juga dapat memasukkan endoscope ke dalam usus besar lewat dubur untuk memeriksa daerah usus tersebut. Prosedur ini dikenal dengan sebutan sigmoidoscopy atau colonoscopy tergantung pada seberapa jauh usus diperiksa. Bentuk khusus dari endoskopi dikenal dengan sebutan ERCP, yang mengijinkan dokter untuk melihat gambar pankreas, kantong empedu, dan struktur yang berhubungan dengan keduanya. ERCP juga digunakan untuk biopsi. Adapula EUS, atau endoskopi ultrasound, yang mana menggambungkan endoskopi atas dengan pemeriksaan ultrasound untuk mendapatkan gambar dan informasi berbagai bagian saluran pencernaan. 

Persiapan dan prosedur

Prosedur endoskopi RS St. Carolus tidak membutuhkan rawat inap di rumah sakit, dan biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Dokter akan memberi petunjuk tentang persiapan prosedur. Untuk banyak jenis endoskopi, seseorang perlu puasa selama 12 jam, meskipun durasi ini bervariasi tergantung pada jenis endoskopi yang akan dimiliki. Untuk prosedur yang digunakan untuk memeriksa usus, laxative perlu dikonsumsi di malam sebelumnya untuk membersihkan sistem pencernaan Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan sebelum endoskopi. Sangat penting bagi Anda untuk memberitahu dokter seputar obat-obatan apa saja yang sedang dikonsumsi (termasuk suplemen) dan prosedur apapun yang pernah dilakukan sebelumnya. 

Prosedur tergantung pada alasan mengapa endoskopi dilakukan. Ada tiga jenis alasan mengapa seseorang perlu mendapatkan endoskopi, yaitu:

  • Investigasi. Jika seseorang menderita muntah, nyeri perut, gangguan pernapasan, maag, kesulitan menelan, atau pendarahan gastrointestinal, endoscope dapat digunakan untuk mencari penyebab dari gejala tersebut. 
  • Konfirmasi sebuah diagnosis. Endoskopi dapat digunakan untuk melakukan biopsi guna mengonfirmasi diagnosis kanker atau penyakit lainnya. 
  • Perawatan. Endoscope dapat digunakan untuk merawat penyakit secara langsung. Misalnya, endoskopi dapat digunakan untuk katerisasi pembuluh darah yang bocor atau mengangkat polip. 

Terkadang, endoskopi dapat dikombinasikan dengan prosedur lain seperti pemindaian ultrasound. Endoskopi dapat digunakan untuk meletakkan probe ultrasound dekat dengan organ yang sulit untuk diperiksa menggunakan metode endoskopi biasa, seperti pankreas. Endoscope modern terkadang dilengkapi dengan cahaya sensitif yang menggunakan narrow band imaging. Jenis pencitraan ini menggunakan gelombang udara biru dan hijau khusus yang membuat dokter dapat melihat kondisi pra-kanker dengan lebih jelas. Endoskopi biasanya dilakukan pada saat pasien masih dalam keadaan sadar, meskipun terkadang pasien akan mendapatkan anestesi lokal (biasanya semprotan obat bius pada bagian belakang tenggorokan). Untuk prosedur endoskopi yang melibatkan memasukkan endoscope lewat mulut, “mouth guard” akan digunakan untuk melindungi gigi dan bibir pada saat tabung dimasukkan. 

Endoskopi RS St. Carolus telah semakin maju beberapa tahun belakangan ini. Saat ini, suatu bentuk operasi bedah juga dapat dilakukan lewat endoskopi yang dimodifikasi, dengan tujuan agar tindakan bedah medis tidak terlalu invasif. Prosedur seperti pengangkatan kantung empedu, menutup atau mengikat tuba falopi, dan mengangkat tumor kecil pada saluran pencernaan atau paru-paru merupakan suatu hal yang lazim dijumpai. Kunjungo RS St. Carolus untuk informasi lebih lanjut seputar prosedur medis ini.  

Layanan Fisioterapi Ada di RSUD Pakuhaji

Rumah Sakit Umum Daerah Pakuhaji atau RSUD Pakuhaji merupakan salah satu rumah sakit yang baru yang terletak di Kabupaten Tangerang, Banten. Meskipun baru berdiri pada awal tahun 2018, rumah sakit ini terbilang memiliki fasilitas layanan yang memadai.

Jika dilihat dari akun Instagram RSUD Pakuhaji, di sana terlihat ada beberapa layanan yang dapat diakses oleh masyarakat. Adapun fasilitas layanan kesehatan yang dimaksud, seperti IGD 24 jam, laboratorium, poli obgyn, poli anak, poli gigi, poli mata, dan poli bedah.

Berikutnya, terdapat pula fasilitas layanan poli penyakit dalam, poli kulit dan kelamin, poli jiwa, poli orthopedi, poli paru, poli syaraf, poli medical check up atau sering disebut MCU, dan poli fisioterapi.

Apabila berkaca pada fasilitas tersebut, maka tidak keliru jika kita beranggapan RSUD Pakuhaji sudah cukup mumpuni dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga di Kabupaten Tangerang.

Namun demikian, salah satu hal yang menarik untuk dibahas dari rumah sakit daerah tersebut adalah layanan poli fisioterapi. Secara umum, kita mengetahui fisioterapi adalah suatu terapi fisik yang dilakukan dengan berbagai prosedur saat melakukan pemeriksaan, menangani, dan mengevaluasi perkembangan pasien.

Akan tetapi, selain pengobatan, fisioterapi juga bisa digunakan untuk pencegahan, dalam hal ini mencegah cacat fisik. Selain hal itu, terapi ini bisa juga diterapkan untuk mengurangi risiko cedera dan gangguan pergerakan yang mungkin saja terjadi di kemudian hari.

Saat melakukan fisioterapi, pasien akan didampingi oleh fisioterapis. Adapun yang perlu diperhatikan, biasanya dokter akan menyarankan pasiennya melakukan fisioterapi apabila mendapati kondisi-kondisi tertentu. 

Kondisi yang dimaksud adalah apabila terjadinya gangguan pada tulang belakang pada pasien. Gangguan ini, akan mengakibatkan pasien merasakan nyeri di sekitar leher, bahu, atau punggung.

Meski demikian, umumnya seseorang yang disarankan untuk menjalani fisioterapi adalah pasien yang habis patah tulang. Tuntunya, fisioterapi dalam kondisi ini dibutuhkan untuk memaksimalkan proses penanganan. 

Lebih lanjut, dalam melakukan fisioterapi, masih ada pula kondisi-kondisi lainnya, yang mana pembaca bisa langsung mengomunikasikannya dengan dokter terkait, atau bila di sekitar Kabupaten Tangerang, bisa datang langsung ke RSUD Pakuhaji.

Masih berkaitan dengan fisioterapi, ada baiknya pasien yang hendak melakukannya mengetahui dulu apa-apa saja yang harus dilakukan sebelum dan sesudah fisioterapi. Dalam praktiknya, sebelum melakukan terapi fisik pasien akan menjalani serangkaian pemeriksaan lebih dulu dengan dokter spesialis fisioterapi. 

Dalam tahap tersebut, pasien dianjurkan untuk memenuhi ketentuan yang disampaikan oleh dokter. Sebab, dalam melakukan fisioterapi juga harus mengikuti prosedur dengan ketat. Saat melakukannya pun, tidak bisa dilakukan sembarangan, khususnya durasi saat menjalankan fisioterapi, yang biasanya sekitar 30-60 menit sekali sesi.

Meskipun sudah menjalankan fisioterapi, pasien tidak bisa serta merta hilang kontak begitu saja dengan dokter. Sebab, pascasesi pertama dilakukan, pasien harus berkomunikasi dengan fisioterapisnya guna melakukan evaluasi dari program yang telah dijalankan.

Hal tersebut dibutuhkan karena apabila berdasarkan hasil evaluasi dokter menyatakan fisioterapi harus kembali dilakukan, maka tentunya itu perlu dijalankan pasien demi memaksimalkan pemulihan. Di sisi lain, komunikasi dengan dokter menjadi penting guna meminimalisir risiko-risiko yang bisa ditimbulkan dalam fisioterapi.

Dari penjelasan di atas, diharapkan dapat memberikan informasi kepada pembaca tentang fisioterapi. Namun demikian, artikel ini tidak bisa begitu saja dijadikan rujukan karena berkomunikasi langsung dengan dokter terkait adalah hal yang disarankan.

Tentunya, dengan penjelasan mengenai fisioterapi, paling tidak masyarakat di Kabupaten Tangerang yang tinggal di sekitar RSUD Pakuhaji patut bersyukur karena rumah sakit itu memiliki layanan fisioterapi. Sebab, bagaimanapun juga fisioterapi adalah salah satu pelayanan yang penting untuk diberikan kepada pasien.

Berapa Lama LASIK RSIA Permata Hati Makassar Bertahan?

 RSIA Permata Hati Makassar

Laser-assisted in situ keratomileusis (LASIK) yang bisa Anda dapatkan di RSIA Permata Hati Makassar merupakan sebuah prosedur bedah medis yang dapat meningkatkan kemampuan melihat seseorang. Prosedur ini secara permanen membentuk ulang jaringan di depan mata Anda, dan perubahan ini dapat bertahan sepanjang hidup Anda. Akan tetapi, kebanyakan pandangan seseorang akan berubah menjadi lebih buruk seiring berjalannya waktu akibat proses penuaan yang alami.

LASIK tidak dapat menghentikan hal ini, sehingga penglihatan Anda dapat kembali menjadi kabur atau buram saat Anda bertambah usia. Seberapa lama perubahan ini terjadi setelah prosedur LASIK RSIA Permata Hati Makassar akan tergantung pada usia Anda saat mendapatkan operasi LASIK dan apakah Anda memiliki kondisi mata progresif lainnya. 

Penglihatan berubah setelah LASIK

Meskipun LASIK RSIA Permata Hati Makassar mengubah penglihatan Anda secara permanen, ada beberapa alasan penglihatan Anda dapat berubah setelah LASIK. Menurut American Refractive Surgery Council, penglihatan Anda dapat berubah seiring berjalannya waktu apabila kondisi awal yang memengaruhi penglihatan, myopia, hyperopia, atau astigmatism, terus berkembang menjadi lebih buruk. Perkembangan tersebut dapat menyebabkan penglihatan Anda berubah. Alasan umum lain penglihatan dapat berubah beberapa tahun setelah LASIK dilakukan adalah perubahan mata alami yang disebut presbyopia. Kondisi ini terjadi saat Anda bertambah tua dan lensa berubah menjadi kurang fleksibel dan tidak mampu memfokuskan obyek atau benda di dekat Anda. 

Berapa lama LASIK RSIA Permata Hati Makassar bertahan akan tergantung pada usia di mana Anda mendapatkan prosedur ini dan seberapa parah kondisi mata Anda berkembang. Untuk mayoritas orang-orang yang mendapatkan LASIK, mereka memiliki penglihatan yang baik selama lebih dari 10 tahun. Sebuah studi menemukan bahwa 35 persen orang-orang yang mendapatkan LASIK perlu mendapatkan perawatan ulang setelah 10 tahun. Studi lain mengikuti orang-orang dengan rabun jauh dan atau astigmatism yang mendapatkan LASIK. Dalam 12 tahun, mereka menemukan bahwa 10 persen dari peserta studi mengalami perubahan pandangan yang disebabkan karena faktor usia seiring dengan berjalannya waktu. Jika penglihatan Anda menjadi kabur atau buram lagi akibat alasan lain setelah prosedur pertama Anda, Anda bisa mendapatkan perbaikan LASIK beberapa tahun setelahnya. Hal ini akan tergantung pada seberapa banyak jaringan diambil pada prosedur pertama serta seberapa banyak jaringan yang tersisa. 

Risiko 

Ada beberapa potensi risiko dan komplikasi setelah prosedur LASIK dilakukan, di antaranya adalah:

  • Flap yang sembuh dengan kurang baik. Hal ini dapat terjadi akibat infeksi atau robekan dalam jumlah besar.
  • Pola pemulihan yang tidak teratur pada korena di bawah flap. Hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan gangguan penglihatan. 
  • Astigmatisn. Mata Anda menjadi memiliki bentuk yang tidak teratur karena jaringan tidak dibersihkan dengan rata. 
  • Sindrom mata kering yang parah. Hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan gangguan penglihatan akibat mata Anda tidak membuat cukup air mata. 
  • Gangguan penglihatan jangka panjang pada ruangan yang remang-remang. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan melihat pada malam hari dan pada ruangan di cuaca yang kurang. 

Setelah prosedur LASIK di RSIA Permata Hati Makassar dilakukan, Anda mungkin masih dapat memiliki gejala seperti pandangan kabur, mata kering dan gatal, sensitivitas terhadap cahaya, dan gangguan penglihatan seperti halos dan pandangan ganda yang akan semakin membaik setelah beberapa minggu. Sangat penting untuk tidak menggosok mata setelah LASIK karena hal ini dapat mengubah posisi flap dan mengganggu proses pemulihan. 

Pahami Pentingnya Tes HIV di Prodia Pematang Siantar

Prodia Pematang Siantar

Tes HIV yang merupakan salah satu layanan dari Prodia Pematang Siantar sangat penting untuk dilakukan untuk memperlambat penyebaran infeksi HIV. Penyebaran infeksi HIV terjadi karena banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi HIV , sehingga mereka cenderung tidak mengambil tindakan pencegahan untuk membantu mencegah penyebaran virus ke orang lain.

Selain itu, diagnosis dini dengan melakukan tes HIV juga bisa mencegah perkembangan menjadi AIDS. Tes HIV yang bisa dilakukan di Prodia Pematang Siantar ini juga sangat penting bagi wanita hamil karena mereka dapat menularkan virus ke bayinya selama kehamilan atau persalinan atau melalui menyusui. 

Orang yang Butuh Untuk Tes HIV

CDC menyarankan agar tes HIV rutin harus disediakan di semua rangkaian perawatan kesehatan, terutama menyangkut tentang tes penyakit infeksi menular seksual (IMS) lainnya. Orang yang memiliki perilaku yang dapat meningkatkan risiko tertular HIV juga harus dites setidaknya setahun sekali.

Faktor risiko tertular HIV yang diketahui meliputi:

  • memiliki banyak pasangan seksual
  • melakukan hubungan seks tanpa kondom atau metode pencegahan lainnya
  • seks tanpa kondom atau metode pencegahan dan tanpa profilaksis pra pajanan (PrEP)
  • memiliki pasangan dengan diagnosis HIV
  • penggunaan narkoba melalui jarum suntik.

Tes HIV juga dianjurkan:

  • sebelum seseorang memulai hubungan seksual baru
  • jika seseorang mengetahui bahwa mereka hamil
  • jika seseorang memiliki gejala infeksi menular seksual (IMS) lain.

Infeksi HIV sekarang dianggap sebagai kondisi kesehatan yang dapat ditangani, terutama jika sudah mendapatkan pengobatan sejak dini.

Jika seseorang tertular HIV, deteksi dan pengobatan dini dapat membantu:

  • menurunkan risiko perkembangan penyakit
  • mencegah perkembangan HIV stadium 3, atau AIDS
  • membantu mengurangi risiko penularan virus ke orang lain.

Dalam beberapa kasus, jika mereka dirawat dalam 72 jam, penyedia layanan kesehatan mungkin meresepkan profilaksis pasca pajanan (PEP). Obat-obatan darurat ini dapat membantu mengurangi kemungkinan mereka tertular HIV setelah terpajan.

Tes yang Digunakan Untuk Memantau HIV

Jika seseorang telah menerima diagnosis HIV, penting bagi mereka untuk memantau kondisinya secara berkelanjutan. Penyedia layanan kesehatan dapat menggunakan beberapa tes untuk melakukan hal ini. Dua ukuran paling umum untuk menilai penularan HIV adalah jumlah CD4 dan viral load.

Jumlah CD4

HIV menargetkan dan menghancurkan sel CD4. Sel CD4 adalah jenis sel darah putih yang ditemukan di dalam tubuh. Tanpa pengobatan, jumlah CD4 akan menurun seiring waktu karena virus menyerang sel CD4. Jika jumlah CD4 seseorang menurun hingga kurang dari 200 sel per milimeter kubik darah, mereka akan didiagnosis HIV stadium 3, atau AIDS.

Pengobatan dini efektif dapat membantu seseorang mempertahankan jumlah CD4 yang sehat dan mencegah perkembangan HIV stadium 3. Jika pengobatan berhasil, jumlah CD4 harus tetap sama atau meningkat. Hitungan ini juga merupakan indikator dari fungsi kekebalan secara keseluruhan. Jika jumlah CD4 seseorang turun di bawah tingkat tertentu, risiko mereka mengembangkan penyakit tertentu meningkat secara substansial. Berdasarkan jumlah CD4, dokter mungkin merekomendasikan antibiotik profilaksis untuk membantu mencegah infeksi ini.

Viral Load

Viral load adalah ukuran jumlah HIV dalam darah. Penyedia layanan kesehatan dapat mengukur viral load untuk memantau efektivitas pengobatan HIV dan status penyakit. Ketika viral load seseorang rendah atau tidak terdeteksi, mereka cenderung tidak mengembangkan HIV stadium 3 atau mengalami disfungsi kekebalan terkait. Seseorang juga lebih kecil kemungkinannya untuk menularkan HIV kepada orang lain ketika viral load mereka tidak terdeteksi. Orang dengan viral load tidak terdeteksi harus tetap menggunakan kondom dan metode penghalang lainnya selama aktivitas seksual untuk mencegah penularan ke orang lain.

Resistensi obat

Penyedia layanan kesehatan juga dapat memesan tes untuk mengetahui apakah jenis HIV resisten terhadap obat apa pun yang nantinya digunakan dalam pengobatan. Hal ini dapat membantu mereka memutuskan rejimen obat anti-HIV mana yang paling tepat.

Tes lainnya

Penyedia layanan kesehatan juga dapat menggunakan tes lain untuk memantau seseorang untuk komplikasi umum HIV atau efek samping pengobatan. Misalnya, mereka mungkin melakukan tes rutin untuk:

  • memantau fungsi hati
  • memantau fungsi ginjal
  • memeriksa perubahan kardiovaskular dan metabolisme.

Penyedia layanan kesehatan juga dapat melakukan pemeriksaan fisik dan tes untuk memeriksa penyakit atau infeksi lain yang terkait dengan HIV, seperti infeksi menular seksual (IMS), infeksi saluran kemih (ISK), dan tuberkulosis.

Jumlah CD4 di bawah 200 sel per milimeter kubik bukan satu-satunya tanda bahwa HIV telah berkembang ke HIV stadium 3. Stadium 3 HIV juga dapat ditentukan dengan adanya penyakit atau infeksi oportunistik tertentu, seperti kandidiasis, pneumonia, tuberculosis, penurunan berat badan yang ekstrem, dan sebagainya.

Harapan hidup orang dengan diagnosis HIV yang memulai pengobatan lebih awal adalah sama dengan mereka yang tidak terinfeksi virus. Selain itu, orang yang tahu bahwa mereka telah terpajan HIV harus mencari perawatan sesegera mungkin. Oleh karena itu, penting untuk melakukan diagnosis dini menggunakan tes HIV yang merupakan salah satu layanan yang disediakan oleh Prodia Pematang Siantar agar mendapatkan diagnosis lebih awal dan penanganan yang cepat dan tepat.