Tagged: tes gula darah sewaktu

Kenali 5 Jenis Pemeriksaan Gula Darah!

Pemeriksaan gula darah adalah pemeriksaan untuk mengetahui kadar gula (glukosa) dalam darah. Ada macam-macam pemeriksaan atau tes gula darah, dan tujuannya bukan hanya untuk mendiagnosis penyakit diabetes, tapi juga untuk mengevaluasi apakah kadar gula darah penderita diabetes terkontrol dengan baik.

Cek gula darah bisa dilakukan sendiri di rumah dengan alat tes gula darah

Meski tes gula darah umumnya dilakukan di laboratorium klinik atau rumah sakit, Anda juga bisa melakukan tes ini di rumah menggunakan alat glukometer. Caranya cukup dengan menusuk ujung jari dengan jarum khusus hingga mengeluarkan sedikit darah, lalu meneteskannya pada strip glukosa yang terpasang di glukometer. Hasilnya akan terlihat dalam 10-20 detik.

Berdasarkan waktu pengambilan darah dan cara pengukurannya, pemeriksaan gula darah dibedakan menjadi beberapa jenis pemeriksaan atau tes, yaitu

  1. Tes gula darah sewaktu

Tes gula darah ini dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu berpuasa dan tanpa memperhatikan kapan terakhir Anda makan. Tes ini dapat dilakukan untuk memantau kadar gula darah penderita diabetes, atau untuk menilai tinggi-rendahnya kadar gula darah orang yang lemas atau pingsan.

  1. Tes gula darah puasa

Ini merupakan tes gula darah yang mengharuskan Anda untuk berpuasa (biasanya 8 jam) sebelum melakukan tes, agar hasilnya tidak dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Tes gula darah puasa ini umumnya digunakan sebagai tes pertama untuk mendiagnosa penyakit diabetes. Berikut kategori kadar gula darah menurut hasil cek gula darah puasa.

  • Normal: kurang dari 100 mg/dL (5,6 mmol/L)
  • Prediabetes: antara 100 sampai 125 mg/dL (5,6 sampai 6,9 mmol/L).
  • Diabetes: 126 mg/dL (7 mmol/L) atau lebih.
  1. Tes gula darah 2 jam setelah makan (post prandial test)

Sepuluh menit setelah makan, kadar gula darah akan mulai mengalami kenaikan dan mencapai puncaknya setelah 2 jam. Setelah 2-3 jam, gula darah akan turun kembali ke kondisi normal. 

Tes gula darah post prandial dilakukan 2 jam setelah pasien makan, dan biasanya dikerjakan setelah tes gula darah puasa. Tes ini dapat menggambarkan kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula dalam darah, yang terkait dengan jumlah serta sensitivitas insulin di dalam tubuh. Berikut kategori kadar gula darah dari pemeriksaan postprandial blood glucose test.

  • Normal: kurang dari 140 mg/dL (7.8 mmol/L)
  • Diabetes: 180 mg/dl atau lebih
  1. Tes hemoglobin A1c (HbA1c)

Tes glikohemoglobin atau tes HbA1c adalah pengukuran gula darah jangka panjang. Tes gula darah ini memungkinkan dokter untuk mengetahui tahu berapa rata-rata nilai gula darah selama beberapa bulan terakhir.

Pemeriksaan gula darah ini mengukur persentase gula darah yang terikat dengan hemoglobin. Hemoglobin adalah oksigen pembawa protein dalam sel darah merah. Semakin tinggi hemoglobin A1c, semakin tinggi pula tingkat gula darah. Berikut adalah cara membaca hasil tes gula darah HbA1c.

  • Diabetes: 6,5% atau lebih dan telah dilakukan lebih dari satu kali
  • Prediabetes: 5,7-6,7%
  • Normal: kurang dari 5,7%
  1. Tes toleransi glukosa oral (Oral Glucose Tolerance Test, OGTT)

Tes toleransi glukosa oral dilakukan setelah 2 jam dari saat mengonsumsi 75 gram cairan glukosa yang akan diberikan oleh petugas kesehatan. Sebelum melakukan cek gula darah oral, Anda juga perlu berpuasa setidaknya 8 jam.

Namun, ada juga yang prosedur tes gula darah oral yang pengambilan sampelnya dilakukan 1 jam setelah minum cairan glukosa dan 2 jam kemudian setelah meminum cairan untuk kedua kalinya. Tes gula darah ini memiliki hasil yang lebih baik dari tes gula darah puasa, tapi biasanya biayanya lebih mahal. Berikut kategori kadar gula darah dari pemeriksaan toleransi gula darah oral.

  • Normal: kurang dari 140 mg/dL (7.8 mmol/L)
  • Prediabetes: 140-199 mg/dl (7.8 sampai 11 mmol/L)
  • Diabetes: 200 mg/dl atau lebih

Jadi, itulah 5 jenis pemeriksaan gula darah yang perlu Anda ketahui. Waktu terbaik melakukan pemeriksaan gula darah biasanya pagi hari, setelah dan sebelum makan, serta di malam hari sebelum tidur. Namun hal ini bisa berbeda-beda untuk setiap orang, terutama penderita diabetes yang memiliki masalah kesehatan tertentu.