Tagged: tirotoksikosis

Tirotoksikosis

Tirotoksikosis: Penyakit Tiroid pada Wanita yang Sulit Dikenali

Tirotoksikosis adalah kondisi yang terjadi pada aliran darah dalam tubuh akibat hormon tiroid. Hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid memiliki kegunaan untuk mengatur cepat atau lambat metabolisme tubuh manusia dapat bekerja.

Faktor Risiko

Baik pria maupun wanita bisa mengalami tirotoksikosis atau penyakit yang berhubungan dengan kelenjar tiroid, namun wanita memiliki risiko sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan pria.

Gejala

Pada awalnya, seseorang yang mengalami tirotoksikosis ringan tidak menunjukkan suatu gejala. Gejala akibat tirotoksikosis akan muncul ketika tirotoksikosis berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Gejala yang dialami seseorang akibat tirotoksikosis bervariasi. Berikut adalah gejala-gejala yang kemungkinan bisa dialami mereka:

  • Merasa lelah.
  • Merasa cemas.
  • Penurunan berat badan.
  • Sulit tidur atau insomnia.
  • Suasana hati yang cenderung berubah.
  • Kulit menjadi tipis.
  • Rambut rontok.
  • Terlalu peka terhadap panas.
  • Tangan terasa gemetaran.
  • Iritasi pada mata.
  • Rasa nyeri pada bagian otot.
  • Detak jantung bergerak secara tidak teratur.
  • Gagal jantung.
  • Aliran darah menstruasi sedikit.
  • Mengeluarkan keringat secara berlebihan.
  • Meningkatnya frekuensi buang air besar.

Penyebab
Pada umumnya, tirotoksikosis disebabkan oleh hipertiroidisme. Hipertiroidisme merupakan kondisi dimana kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan. Hal tersebut memicu peningkatan produksi hormon secara berlebihan di dalam tubuh.

Selain hipertiroidisme, berikut adalah beberapa penyebab tirotoksikosis yang bisa terjadi, meskipun jarang terjadi:

  • Asupan hormon tiroid yang berlebihan

Kondisi seperti ini terjadi pada penderita hipertiroidisme yang sedang menjalani perawatan.

  • Peradangan kelenjar tiroid

Seseorang yang mengalami peradangan pada kelenjar tiroid dapat menyebabkan pelepasan hormon tiroid dalam jumlah yang besar pada aliran darah. Peradangan tersebut juga bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau obat-obatan tertentu.

  • Obat-obatan

Beberapa obat seperti amiodarone dan lithium dapat meningkatkan produksi hormon secara berlebihan.

  • Penyakit Graves

Penyakit Graves adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh mengira sel-sel kelenjar tiroid sebagai benda asing sehingga diserang antibodi. Kondisi seperti ini bisa terjadi pada orang yang berusia antara 40 sampai 60 tahun. 

  • Nodul pada kelenjar tiroid

Kondisi seperti ini bisa menimbulkan dampak pada seberapa banyak hormon yang akan dihasilkan oleh kelenjar di dalam tubuh.

  • Struma ovarii

Struma ovarii merupakan jenis tumor ovarium yang langka yang dapat menimbulkan hipertiroidisme pada tubuh manusia.

Diagnosis

Jika Anda mengalami tirotoksikosis, Anda dapat konsultasikan masalah tersebut dengan dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis. Sebelum melakukan diagnosis, dokter akan menanyakan kondisi yang Anda alami.

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis dengan melakukan pemeriksaan jantung untuk mengetahui seberapa cepat atau lambat detak jantung yang Anda alami. Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan tes darah untuk mengetahui kadar hormon tiroid di dalam tubuh. Tirotoksikosis dapat membuat kadar tiroid menurun.

Pengobatan
Berikut adalah pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tirotoksikosis:

  • Obat-obatan

Obat-obatan yang dapat Anda gunakan adalah obat antitiroid atau beta blockers.

  • Pembedahan

Pembedahan dilakukan dengan mengangkat kelenjar tiroid. Pembedahan diperlukan oleh pasien dalam keadaan tertentu seperti yang membutuhkan penyembuhan dengan cepat sebelum masa kehamilan.

Pencegahan
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah tirotoksikosis:

  • Mengurangi rasa cemas, gugup, dan stres.
  • Hindari kebiasaan mengkonsumsi kafein.
  • Hindari kebiasaan merokok.

Kesimpulan

Tirotoksikosis merupakan gangguan yang serius pada tubuh dimana masalah tersebut perlu segera ditangani. Ada berbagai gejala yang bisa dialami penderita seperti detak jantung yang bergerak secara tidak teratur. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengatasi gangguan seperti ini, Anda bisa lakukan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tirotoksikosis, Anda bisa tanyakan persoalan ini ke dokter.