Tujuan Konsumsi Makanan Rendah Serat

Tujuan Konsumsi Makanan Rendah Serat

Kesehatan tubuh perlu dijaga salah satunya dengan mencukupi asupan serat dari makanan yang dikonsumsi. Namun, tidak semua orang harus terus mengonsumsi makanan tinggi serat. Pada berbagai kondisi, ada yang disarankan untuk mengonsumsi makanan rendah serat. Apa tujuan diet rendah serat ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kondisi yang Mengharuskan Seseorang Konsumsi Makanan Rendah Serat

Tujuan dari konsumsi makanan yang mengandung serat rendah adalah untuk meminimalisir makanan yang tidak tercerna dalam usus. Sehingga feses yang dikeluarkan tubuh lebih sedikit jumlahnya. 

Pada kondisi medis tertentu, konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi bisa menyebabkan berbagai masalah pada sistem pencernaannya. 

Oleh karena itu, orang-orang pada kondisi berikut ini sangat direkomendasikan untuk menjalankan diet rendah lemak.

  • Orang yang memiliki masalah pencernaan berupa irritable bowel syndrome (IBS)
  • Orang-orang yang menderita penyakit peradangan usus kronis atau Crohn
  • Menderita radang pada diverkuli yang ada di sepanjang saluran pencernaan, khususnya pada usus besar
  • Mereka yang memiliki kondisi kolitis ulseratif atau peradangan bagian usus besar atau di bagian akhir usus besar yang menuju anus.

Diet rendah serat juga disarankan pada mereka yang menderita diare dan kram perut. Selain itu, dokter juga akan menyarankan orang-orang yang melakukan operasi, kolonoskopi, atau mereka yang melakukan perawatan kanker tertentu untuk konsumsi makanan rendah serat.

Namun, diet rendah serat ini tidak dilakukan dalam jangka waktu panjang. Namun, dilakukan hingga kondisi pencernaan Anda kembali pulih sepenuhnya. Jika pun diperlukan waktu lama untuk menjalani diet ini, maka biasanya dokter akan memberikan suplemen mineral, vitamin, ataupun dengan pemasangan infus pada penderita.

Tujuan Konsumsi Makanan Rendah Serat

Saat melakukan diet rendah serat, ada beberapa kondisi yang dialami oleh tubuh, yaitu:

  • Feses yang dikeluarkan tubuh akan terus semakin sedikit
  • Jumlah makanan yang tidak tercerna oleh usus harus berkurang jumlahnya
  • Pekerjaan sistem pencernaan harus semakin ringan dengan konsumsi makanan rendah serat
  • Berbagai gejala ketidaknyamanan pada perut, mengalami diare, atau sakit perut harus semakin berkurang.

Penting untuk digarisbawahi bahwa, mengonsumsi makanan rendah lemak bukan bertujuan untuk menurunkan berat badan. Diet rendah serat ini termasuk berisiko tinggi, sehingga Anda perlu bantuan para ahli agar tidak memperparah penyakit yang sedang dialami.

Panduan Menjalani Diet Rendah Serat

Jika Anda menjalani diet rendah serat dalam jangka waktu pendek, pastikan untuk tetap konsumsi berbagai makanan.

Berikut beberapa rekomendasi makanan yang tetap dikonsumsi namun porsinya harus disesuaikan dengan kondisi pasien.

  • Konsumsi nasi putih, kerupuk, dan juga pasta polos
  • Konsumsi daging merah, ikan, telur, daging unggas, dan juga tahu
  • Roti putih tanpa biji-bijian dan kacang-kacangan
  • Pancake atau waffle yang terbuat dari tepung terigu
  • Sayur-sayuran dan buah kalengan
  • Susu dan makanan olahan seperti puding, es krim, yoghurt, serta keju
  • Jus buah dengan sedikit atau tanpa daging buah sama sekali
  • Mentega, margarin, minyak, saus salad tanpa biji

Selain makanan yang direkomendasikan, ada pula makanan-makanan yang perlu dihindari oleh Anda yang menjalani diet rendah serat, yaitu:

  • Roti dari gandung atau gandum utuh
  • Beras merah dan juga biji-bijian utuh lainnya
  • Buah mentah dan juga buah berbiji seperti beri
  • Kacang-kacangan berupa kacang polong dan juga lentil
  • Sayuran mentah atau dimasak setengah matang termasuk jagung
  • Kelapa
  • Makanan yang diolah dari biji-bijian dan kacang-kacangan seperti selai kacang

Penting untuk mengetahui bahwa sebenarnya makanan rendah serat umumnya kurang sehat. Lakukan secara perlahan jika Anda memang disarankan untuk melakukan diet jenis ini. Jika kondisi Anda sudah kembali pulih, kembalilah konsumsi makanan kaya serat karena lebih sehat dibanding makanan rendah serat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *