Waspadai Keracunan Sianida Kronik yang Tidak Disadari

Dampak keracunan sianida sangat cepat dan seringkali sulit untuk diselidiki lebih lanjut dalam pemeriksaan forensik. Namun ternyata, keracunan sianida dapat berlangsung kronik, yaitu terjadi dalam waktu yang lama, dan seringkali tidak disadari. Keracunan sianida kronik memang sangat jarang terjadi, namun ada beberapa profesi yang berisiko untuk mengalami keracunan sianida seperti profesi yang menggunakan garam sianida inorganik dalam pekerjaannya, seperti:

  • Industri pengolahan logam (metalurgi)
  • Industri pembuatan barang plastik
  • Fumigasi (usaha disinfeksi menggunakan bahan kimia)
  • Fotografi
  • Ahli kimia yang bekerja dengan sianida di laboratorium

Selain itu, jika Anda sering menggunakan cat kuku, waspadai penggunaan pembersih cat kuku yang berlebihan, yaitu pembersih cat kuku yang mengandung acetonitrile atau metal sianida. Gejala lain yang dapat ditimbulkan akibat keracunan sianida kronik dapat timbul secara perlahan dan semakin berat seiring bertambahnya waktu.

Gejala awal keracunan sianida:

  • Sakit kepala dan sering merasa pusing
  • Mual dan muntah
  • Vertigo
  • Kulit kelihatan merah terang
  • Pupil mata melebar
  • Kulit terasa lembap
  • Napas lebih dalam dan lambat, disertai dengan denyut jantung lambat dan cepat
  • Kejang

Jika gejala awal tidak ditangani dengan keracunan sianida berlangsung terus, gangguan pada jantung dapat terjadi sehingga menyebabkan denyut jantung yang lambat dan tidak teratur. Bibir, wajah, lengan, dan tungkai dapat tampak kebiruan karena jaringan tidak mendapatkan cukup oksigen. Akhirnya akibat otak kekurangan pasokan oksigen, dapat terjadi penurunan kesadaran hingga koma, dan berakhir pada kematian.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika Anda mencurigai keracunan sianida kronik? Tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar methemoglobin, kadar karbon monoksida, serta kadar laktat di dalam darah. Jika terbukti keracunan sianida kronik, tenaga kesehatan akan memberikan penangkal racun yang dapat berupa amil nitrit, natrium tiosulfat, dan hidroksokobalamin. Senyawa tersebut dapat menetralkan kadar sianida dalam tubuh. Semakin cepat keracunan sianida ditangani, maka semakin baik pula hasilnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *